Blogroll

Friday, 9 January 2015

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
(The Sinking of Van Der Wijck)
(2013)


Released
Country Indonesia
Language
Indonesian
Genre
Director Sunil Soraya
Writers
Donny Dhirgantoro (screenplay), Donny Dhirgantoro, 4 more credits »
Starcast Herjunot Ali, Pevita Eileen Pearce, Reza Rahadian | See full cast and crew »
Rating 7.8/10

Ratings: 7.8/10 from 252 users
Reviews: 4 user | 1 critic

Review:
It’s a classic love story. Berlatar belakang kisah di tahun 1930an, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dimulai dengan kedatangan seorang pemuda keturunan Minang asal Makassar, Zainuddin (Herjunot Ali), ke Batipuh, Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan tujuan untuk mengenal tanah kelahiran ayahnya sekaligus memperdalam pengetahuan agamanya disana. Kedatangan Zainuddin sendiri tidaklah mendapat sambutan baik dari masyarakat desa tersebut karena sejarah keturunan Zainuddin – yang berasal dari ayah yang berdarah Minang namun seorang ibu yang berdarah Bugis sementara struktur masyarakat Minang mengatur alur keturunan dari pihak ibu – tidak lagi dianggap memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarganya di Minangkabau.

Meskipun begitu, Zainuddin meneguhkan hatinya untuk tetap tinggal di Batipuh, khususnya ketika ia telah mengenal seorang gadis cantik bernama Hayati (Pevita Pearce). Dengan segera, keduanya lantas saling jatuh cinta. Sayang, masalah asal-usul keturunan Zainuddin lagi-lagi menjadi penghalang kisah asmara mereka. Zainuddin bahkan terpaksa harus meninggalkan Batipuh karena hubungan tersebut dianggap tidak layak keberadaannya. Meskipun begitu, Zainuddin dan Hayati saling berjanji untuk tetap setia dan mencintai satu sama lain.

Janji setia keduanya kemudian mendapatkan cobaan paling besar ketika Hayati mendapatkan pinangan dari seorang pemuda keturunan Minang murni yang kaya raya, Azis (Reza Rahadian). Ditengah paksaan dari keluarganya, Hayati lantas menerima pinangan tersebut dan memutuskan tali kasihnya dengan Zainuddin. Zainuddin yang patah hati lantas memilih untuk meninggalkan tanah Minang dan berkelana ke Pulau Jawa. Usaha kerasnya untuk melupakan Hayati sekaligus mengejar peruntungannya berbuah hasil.

Dengan bakatnya sebagai seorang penulis, Zainuddin berhasil mendapatkan ketenaran sekaligus kebahagiaan material. Sementara itu, garisan nasib antara Zainuddin dan Hayati ternyata tidak lantas berhenti begitu saja. Secara tidak sengaja, Zainuddin kembali bertemu dengan Hayati yang kini telah menjadi istri Azis. Seperti yang dapat diduga, gejolak cinta keduanya lantas mulai berkobar kembali.

Untuk mereka yang sama sekali belum pernah mengenal mengenai keberadaan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, film ini diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya Haji Abdul Karim Amrullah atau yang lebih populer dengan sebutan Buya Hamka. Kisah novel tersebut pertama kali dirilis dalam bentuk cerita bersambung pada tahun 1938 sebelum akhirnya diterbitkan dalam bentuk novel setahun kemudian.

Meskipun mendapatkan banyak tudingan bahwa Buya Hamka melakukan plagiasi terhadap beberapa novel rilisan luar negeri, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang berisi kritikan terhadap kondisi sosial masyarakat Minang tersebut tetap mampu meraih pujian luas dari kalangan kritikus sastra Indonesia dan dianggap sebagai karya terbaik Buya Hamka sekaligus telah menjadi bahan bacaan wajib bagi para pelajar di Indonesia.

Untuk versi filmnya sendiri, naskah cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck digarap oleh Imam Tantowi (Ketika Cinta Bertasbih, 2009), Donny Dhirgantoro (5 cm, 2012), Riheam Junianti (308, 2013) serta sutradara film ini sendiri, Sunil Soraya (Apa Artinya Cinta, 2005). Beruntung, dengan kombinasi empat nama tersebut serta pengarahan Sunil Soraya yang cukup efektif, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck mampu tampil dengan kualitas penceritaan yang jauh lebih baik daripada Di Bawah Lindungan Ka’bah (2011) yang juga merupakan hasil adaptasi dari novel tulisan Buya Hamka.

Sebagai sebuah hasil adaptasi novel yang mengandung begitu banyak kritikan sosial di tengah-tengah kisah romansa yang begitu mengharu biru, naskah cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck mampu merangkum keseluruhan esensi novel tersebut dan kemudian menterjemahkannya menjadi sebuah alur penceritaan yang padat dengan karakter-karakter yang berhasil dikembangkan dengan baik. Kesuksesan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck jelas juga tidak lepas dari kemampuan Sunil Soraya dalam memberikan ritme penceritaan yang sesuai dengan sebuah film yang memiliki begitu banyak plot cerita.

Dalam durasi presentasi film sepanjang 163 menit, Sunil Soraya mampu menggarap setiap bagian penceritaan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dengan begitu lancar, terus mengikuti fokus yang telah ditetapkan pada setiap kisah yang hadir dari tiap-tiap karakter sehingga akan berhasil memberikan ikatan emosional yang mendalam pada setiap penontonnya. Jauh dari kesan membosankan yang biasanya selalu menghantui film-film Indonesia berdurasi lebih dari 120 menit. “Inspirasi” yang diberikan oleh beberapa film Hollywood – let’s say Titanic (1997) and The Great Gatsby (2013) – pada tata cara penggarapan Sunil Soraya untuk beberapa adegan juga terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas penceritaan film. Sunil Soraya tidak serta merta meniru namun berhasil memodifikasi dan memanfaatkannya untuk menjadikan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck tampil lebih menarik.

Dipimpin oleh tiga penampilan dari Herjunot Ali, Pevita Pearce dan Reza Rahadian yang mampu menciptakan chemistry yang begitu erat satu sama lain, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck juga hadir dengan kualitas departemen akting yang cukup solid. Seperti biasa, Reza Rahadian tampil tanpa cela. Ketika Herjunot Ali dan Pevita Pearce masih terlihat berusaha keras untuk menghidupkan karakter mereka, Reza Rahadian tampil dengan begitu mudah dalam memerankan sosok Azis. Pevita Pearce juga berhasil menunjukkan kemampuan aktingnya dengan baik. Meskipun karakter Hayati yang ia perankan masih terasa belum begitu matang pengembangannya, namun Pevita mampu menampilkan sosok gadis yang hidup pada era 1930an dengan problema pertentangan antara adat istiadat dan asmara hatinya dengan penampilan yang akan mampu menyayat hati.

Namun, penampilan terkuat dalam Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck jelas hadir dari Herjunot Ali. Herjunot berhasil memberikan sentuhan emosional yang cukup mendalam bagi karakternya, melafalkan dialog-dialog puitis yang diberikan pada karakternya dengan baik serta menjadikan karakter Zainuddin begitu mudah untuk mendapatkan simpati para penonton. Penampilan akting lain yang cukup memberikan kejutan hadir dari Randy Nidji yang meskipun baru melakukan debut aktingnya, namun berhasil memberikan penampilan yang begitu meyakinkan.

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck juga hadir dengan kualitas tata produksi yang meyakinkan. Tata sinematografi arahan Yudi Datau berhasil memberikan deretan gambar yang begitu indah sekaligus nyaman untuk dilihat. Tata artistik film ini juga berada dalam tingkatan yang begitu berkelas dalam menciptakan atmosfer penceritaan yang berlatar belakang di tahun 1930an. Begitu pula dengan tata musik arahan Stevesmith Music Production yang tidak hanya mampu memberikan tambahan elemen emosional pada banyak bagian cerita namun juga berhasil menyajikannya secara tidak berlebihan.

Meskipun begitu, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck bukannya hadir tanpa cela. Aksen daerah yang dilafalkan oleh beberapa pemeran seringkali masih terasa goyah. Pada tampilan visual, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck beberapa kali hadir dengan nada pewarnaan pucat yang terasa tidak alami dan cukup mengganggu. Penggunaan efek visual pada beberapa adegan juga masih terasa kasar meskipun masih jauh lebih baik dari penggunaan efek visual di beberapa film Indonesia lainnya. Penempatan beberapa lagu yang dinyanyikan oleh Nidji pada banyak bagian film juga seringkali terasa kurang esensial dengan Sunil Soraya seperti berusaha terlalu keras untuk menjadikan lagu Sumpah dan Cinta Matiku menjadi Young and Beautiful bagi Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Tidak berhasil, sayangnya.

Kekurangan-kekurangan tersebut, untungnya, adalah barisan kekurangan minor jika dibandingkan apa yang berhasil dicapai Sunil Soraya lewat kualitas keseluruhan dari Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Meskipun sama sekali bukanlah sebuah presentasi yang sempurna, Sunil Soraya berhasil memberikan sentuhan terbaik pada Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang merupakan hasil adaptasi dari novel legendaris Indonesia berjudul sama karya Buya Hamka.

Didukung dengan naskah cerita yang secara padat dan kuat berhasil merangkum versi novel dari film ini – meskipun beberapa bagian tetap saja dapat dihilangkan guna meringkas jalan penceritaan, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck tampil begitu lancar dalam bercerita sehingga mampu menghasilkan banyak momen yang mengharu biru dari kisah cinta yang dihadirkannya. Didukung dengan penampilan yang solid dari departemen akting serta kualitas tata produksi yang meyakinkan, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah sebuah film epik romansa berkelas sekaligus emosional yang begitu sulit ditemukan (atau dicapai?) pada film-film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Sumber
trailer-tenggelamnya-kapal-van-der-wijck

unnamedq1.jpg

nominator_ffi_2014_20141205_005_rita.jpg


Download Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013) TVRip MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 2 Jam - 34 Menit - 32 Detik
Size: 359 mb
SS:
Tenggelamnya_Kapal_Van_der_Wijck_2013_TV

Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/7t4iab1pepk8
TF: http://www.tusfiles.net/474pmledoknp
UF: http://adf.ly/vxZXq
HF: http://adf.ly/vxZXr
UP: http://adf.ly/vxZXs
BU: http://adf.ly/vxZXt
SF: http://adf.ly/vxZXu
BX: http://adf.ly/vxZXv
Download Film Lebih Cepat Dengan UCWEB Versi Terbaru klik!
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,
Cara Melewati adf.ly / j.gs dengan OperaMini

Download Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013) TVRip AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)
Resolusi: 500x288
2 Jam - 34 Menit - 32 Detik
Ukuran: 293 mb
SS:


Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/p5k5y70fo6c6
TF: http://www.tusfiles.net/6mt923tfd4lz
SB: http://adf.ly/vxbSV
UF: http://adf.ly/vxbSW
HF: http://adf.ly/vxbSX
UP: http://adf.ly/vxbSY
BU: http://adf.ly/vxbSZ
SF: http://adf.ly/vxbSb
BX: http://adf.ly/vxbSc
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,
Cara Melewati adf.ly / j.gs dengan OperaMini

http://www.pricepony.co.id/blog/giveaways/kontes-xiaomi-redmi-note-4g-menangkan-hadiahnya/?lucky=547270

Ingin berpenghasilan tanpa keluar rumah, segerahlah bergabung bersama kami di SINI dan dapatkan uang tambahan dengan jerih payah anda...di sini
Share:

Saturday, 20 December 2014

Bajaj Bajuri The Movie
(2014)


Released
24 Juli 2014
Country Indonesia
Language
Indonesian
Genre
Director Fajar Nugros
Writers
Raymond Lee, Chairul Rijal
Starcast Ricky Harun, Eriska Rein, Meriam Bellina, Dimas Gabra, Aqshal Pradana, Muhadkly Acho
Rating n/a

Sinopsis:
Bajuri (Ricky Harun) yang baru mendapat uang dari penjualan tanah warisan bapaknya menghadapi beberapa masalah. Problem Bajuri semakin rumit setelah Emak (Meriam Bellina) menuduh Bajuri akan kawin lagi. Tambahan lagi di pemancingan dengan tidak sengaja Bajuri meledakkan empang dengan bom ikan yang didapat Soleh (Dimas Gabra) dan Sahili (Aqshal Pradana) dari sebuah rumah kosong. Bajuri dan Ucup (Muhadkly Acho) dituduh sebagai teroris setelah tas berisi bom tertinggal di Bank, saat Bajuri mengambil uang.

Dalam perjalanan pulang dari Bank, Bajuri dihadang oleh sekelompok perampok (McDanny dan Randhika Djamil) yang dipimpin oleh Hani (Nova Eliza). Usaha perampok gagal. Akhirnya perampok menjebak Oneng (Eriska Rein) untuk diculik dan dimintai uang tebusan. Di dalam perjalanan menebus Oneng, Bajuri bertemu Emak yang berhasil lolos dari sarang penculik.

Setelah Oneng berhasil ditebus masalah belum berakhir karena sekarang Emak dan Oneng ikut menjadi tersangka kelompok teroris. Bajuri Sahili dan Soleh datang ke pesta pernikahan anak Pak RT (Jimmy Gideon) agar bisa menjelaskan ke polisi kalau dirinya bukan teroris.
Ricky_Harun_dan_Eriska_Rein_di_Bajaj_Baj

bajaj-bajuri-2.JPG

Salah-Satu-Adegan-Bajaj-Bajuri-The-Movie

Download Film Bajaj Bajuri The Movie (2014) DVDRip Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)
Resolusi: 500x288
1 Jam - 29 Menit - 44 Detik
Ukuran: 169 mb
SS:


Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/6gzn429lnisi
SB: http://adf.ly/vMjiN
UF: http://adf.ly/vMkOt
HF: http://adf.ly/vMlFp
UP: http://adf.ly/vMlFq
BU: http://adf.ly/vMlFr
SF: http://adf.ly/vMlFt
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,
Cara Melewati adf.ly / j.gs dengan OperaMini
Share:

Tuesday, 11 November 2014

Tugas Evaluasi n Remedial PPKn




Nama         : Ahmad Akhyar Abdul Ahad
Nim            : 1261041026
Jurusan      : PPKn A


1.   Cirri-Ciri Tes Yang Baik

Menurut Suharsimi Arikunto bahwa suatu tes dikatakan sebagai alat pengukur yang baik jika memiliki validitas, reliabilitas, objektivitas, praktikabilitas, dan ekonomis.
1. Validitas Sebuah tes dikatakan memiliki validitas apabila tes itu dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur. Artinya, tes yang diberikan kepada peserta didik harus dapat menjadi alat ukur terhadap tujuan yang sudah ditentukan sebelum tes dilaksanakan.
2. Reliabilitas Reliabilitas berasal dari kata reliability, reliable yang artinya dapat dipercaya, berketetapan. Sebuah tes dikatakan memilki reliabilitas apabila hasil-hasil tes tersebut menunjukkan ketetapan. Artinya, jika peserta didik diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan maka setiap siswa akan tetap berada pada urutan yang sama dalam kelompoknya.
3. Objektivitas Objektivitas dalam pengertian sehari-hari berarti tidak mengandung unsur pribadi. Kebalikannya adalah subjektivitas, yang berarti terdapat unsur pribadi. Jadi, sebuah tes dikatan objektif apabila tes itu dilaksanakan dengan tidak ada faktor pribadi yang mempengaruhi, terutama pada sistem scoring.
4. Praktikabilitas Sebuah tes dikatakan memilki praktikabilitas yang tinggi apabila tes tersebut bersifat praktis. Artinya, tes itu mudah dilaksanakan, mudah pemeriksaannya, dan dilengkapi dengan petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan atau diawali oleh orang lain dan juga mudah dalam membuat administrasinya.
5. Ekonomis Tes memilki sebutan ekonomis apabila pelaksanaan tes itu tidak membutuhkan ongkos atau biaya yang mahal, tenaga yang banyak, dan waktu yang lama.

2.   Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Penyusunan Tes Hasil Belajar
1. tes hasil belajar harus dapat mengukur secara jelas hasil belajar (learning out comes) yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan instruksional. 
2. butir-butir soal tes hasil belajar harus merupakan sampel yang representatif dari populasi bahan pelajaran yang telah diajarkan, sehingga dapat dianggap mewakili seluruh performan yang telah diperoleh selama peserta didik mengikuti suatu unit pengajaran. 
3. bentuk soal yang dikeluarkan dalam tes hasil belajar harus dibuat bervariasi, sehingga betul-betul cocok untuk mengukur hasil belajar yang diinginkan sesuai dengan tujuan tes itu sendiri. 
4. tes hasil belajar harus didesain sesuai dengan kegunaannya untuk memperoleh hasil yang diinginkan.Pernyataan tersebut mengandung makna, bahwa desain tes hasil belajar harus disusun relevan dengan kegunaan yang dimiliki oleh masing-masing jenis tes. 

5. tes hasil belajar harus memiliki reliabiltas yang dapat diandalkan. Artinya, setelah tes hasil belajar itu dilaksanakan berkali-kali terhadap subyek yang sama, hasilnya selalu sama atau relatif sama. Dengan demikian tes hasil belajar itu hendaknya memiliki keajegan hasil pengukuran yang tidak diragukan lagi
6.  tes hasil belajar disamping harus dapat dijadikan alat pengukur keberhasilan belajar siswa, juga harus dapat dijadikan alat untuk mencari informasi yang berguna untuk memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru itu sendiri.

3. Kelebihan Tes Tertulis dengan Tes Lisan
A. Kelebihan Tes Tertulis
1)     Dapat mengukur kemampuan sejumlah siswa dalam tempat yang terpisah dan dalam waktu yang sama.
2)     Dalam tes tulis, peserta didik relatif memiliki kebebasan untuk menjawab soal, Sehingga secara psikologi peserta didik lebih bebas dan tidak terikat.
3)     Pada tes tertulis, karena soalnya sama maka obyektifitas hasil penilaian lebih dapat dipertanggung jawabkan dari pada tes lisan ataupun tes tindakan.
B. Kelebihan Tes Lisan
Adapun kelebihan-kelebihan tes lisan antara lain adalah:
1.      Bisa mengetahui kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat secara langsung dan dapat diketahui penguasaan siswa secara tepat.
2.      Mengukur kemampuan berpikir taraf tinggi secara lebih leluasa.
3.      Memungkinkan untuk melakukan pengecekan
4.      Tak ada kesempatan untuk menyontek
5. Dapat menilai kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki peserta didik, sikap, serta kepribadiannya karena dilakukan secara berhadapan langsung.
6.   Bagi peserta didik yang kemampuan berpikirnya relatif lambat sehingga sering mengalami kesukaran dalam memahami pernyataan soal, tes bentuk ini dapat menolong sebab peserta didik dapat menanyakan langsung kejelasan pertanyaan yang dimaksud.
7.      Hasil tes dapat langsung diketahui peserta didik.
4. Kekurangan Tes Tertulis dengan Tes Lisan
A.  Kekurangan Tes Tulis
1)   Belum tentu cocok mengukur psikomotorik dan mengukur ranah afektif pada tingkat karakteristik.
2) Hasil dari tes tulis sedikit agak diragukan karena peserta dapat melakukan kucurangan dalam mengerjakan.
3)  Apabil tidak menggunakan bahasa yang tegas dan lugas dapat mengandung pengertian ganda, sehingga berakibat data yang masuk salah.
B. Kelemahan Tes lisan
Selain memiliki kelebihan, tes lisan juga memiliki kelemahan-kelemahan, di antaranya adalah:
1.      Lebih memungkinkan untuk terjadinya ketidakadilan antar peserta didik.
2.      Memungkinkan penguji untuk menyimpang dari lingkup bahan ajar yang akan diujikan.
3.   Membutuhkan waktu pelaksanaan yang relatif lebih lama dan seringkali siswa kurang bebas dalam mengemukakan pendapat.
4.      Peluang subjektivitas dalam penilaian lebih terbuka disbanding dengan tes tulis.




Ingin berpenghasilan tanpa keluar rumah, segerahlah bergabung bersama kami di SINI dan dapatkan uang tambahan dengan jerih payah anda...di sini
Share:

Sunday, 2 November 2014

Kata Pengantar Hukum Agraria



KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kita  masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.

Secara lahiriah, manusia tidak bisa dipisahkan dari tanah, oleh karena itu, bagaimana tanah itu dikuasai oleh manusia baik sebagai individu maupun kelompok, bagaimana negara mengatur dan mengelola penguasaan tanah, dan bagaimana penguasaan tersebut dijamin oleh hukum, menjadi isu yang sangat penting dalam sejarah peradaban manusia. Tanah tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga bernilai politis, sosial dan magis religius sebagaimana masih berlaku di berbagai daerah di Indonesia.Olehnya itu persoalan  tanah perlu mendapatka perhatian serius dari pemerintah,lembaga yang terkait serta semua masyarakat.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.



                                                                                                                                                                                                                                                                        Makassar,17 Oktober 2014



                                                                                                                        Penulis






DAFTAR ISI

KATA PANGANTAR………………………………………………………………….      i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….     ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang………………………………………………………………..     1
1.2  Metode Penulisa………………………………………………………………     2
1.3  Tujuan Penulisa………………………………………………………………      2
BAB II  PERMASALAHAN                                                                                                3
BAB III PEMBAHASAN
           A.Penguatan Kelembagaan Hukum  Agraria…………………………………….      4
           B.Penegakan Hukum Agraria…………………………………………………….      12
BAB IV PENUTUP
A.Kesimpulan……………………………………………………………………     14
B.Saran…………………………………………………………………………..     14
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………            15








MAKALAH HUKUM AGRARIA

PENGUATAN KELEMBAGAAN HUKUM AGRARIA DAN PENEGAKAN HUKUM AGRARIA
th_036.jpg
OLEH : KELOMPOK VI
ROSMIATI
NURHAYATI
SUMARNI
FITRIANI.B
FAHRUL ISLAM
ANDI MURSYID RAHIM
AHMAD AKHYAR A.A

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGRI MAKASSAR
Share:

BTemplates.com

akhyar. Powered by Blogger.

Total Pageviews

Translate

BTemplates.com

Pages - Menu

Pages - Menu